Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan yang Dihadapi Oleh Para Perusahaan

Asuransi Cyber Marsh Indonesia

Pada era teknologi informasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini membuat revolusi industri 4.0 seakan tidak dapat dihindari dan perlu dilakukan oleh setiap perusahaan. Revolusi Industri 4.0 ini sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh perusahaan. Sebab, perusahaan perlu mencermati peluang dari revolusi industri serta menghadapi beragam risiko dan tantangan yang ada di depannya.

Manfaat Revolusi Industri 4.0

Banyak pihak yang merasa bahwa revolusi Industri 4.0 akan mengurangi jumlah tenaga kerja yang berperan dalam industri. Hal ini tak lepas dari peran teknologi seperti Artificial Intelegence dan Cloud yang membuat industri berjalan lebih efisien. Akan tetapi, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin, Ngakan Timur Antara, revolusi Industri 4.0 justru akan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Menurutnya, dengan penerapan revolusi industri 4.0, akan terjadi revitalisasi industri yang membuat industri berjalan lebih efisien dan kokoh. Bahkan revolusi industri 4.0 ditargetkan dapat berkontribusi terhadap PDB lebih dari 25% pada tahun 2030 nanti.

Beragam tantangan yang dihadapi perusahaan

Manfaat besar revolusi industri 4.0 tidak lepas dari tantangan yang akan dihadapi perusahaan. Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, ada beragam tantangan yang akan dihadapi perusahaan dalam melakukan revolusi industri. Beberapa tantangan tersebut antara lain seperti infrastruktur digital yang belum memadai, kurangnya tenaga kerja yang terlatih, dan minimnya research and development (R&D) yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan. Tantangan tersebut jadi hal yang perlu diatasi oleh para perusahaan untuk memuluskan proses revolusi industri 4.0 dan memperluas bisnis yang dijalankannya.

Risiko yang dihadapi perusahaan

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada acara KADIN Entrepreneurship Forum di Hotel Shangri-La Jakarta (29/02/2019), perkembangan otomatisasi, internet of things (IOT), big data, dan artificial intelegence (AI) akan memberikan banyak peluang baru bagi pelaku bisnis dan konsumen. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti tidak menimbulkan risiko sama sekali bagi perusahaan. Karena, perusahaan perlu berhadapan risiko cyber yang bisa mengganggu proses revolusi industri 4.0.

Risiko cyber merupakan sebuah ancaman nyata bagi perusahaan yang bergerak dengan memanfaatkan teknologi informasi. Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebanyak 225,9 juta serangan cyber menyerang Indonesia dan 40% diantaranya adalah serangan malware.

Tindakan perlindungan yang efektif terhadap risiko cyber adalah memiliki polis Asuransi Cyber. Polis Asuransi Cyber dapat memberikan manfaat perlindungan terhadap Cyber Business Interruption (Gangguan Bisnis Dunia Maya), Repair of Reputation (Perbaikan Reputasi), Cyber Extortion (Pemerasan Siber), Data Asset Restoration (Pemulihan Aset Data) hingga Data Liability (Tanggung Gugat Data) dan Defense Costs (Biaya-biaya Pembelaan).

Anda bisa memilih jenis Asuransi Cyber yang tepat dengan menggunakan bantuan perusahaan konsultan manajemen risiko dan broker asuransi, misalnya Marsh Indonesia. Tim di Marsh telah berpengalaman dalam menilai dan melakukan analisa untuk meminimalisir risiko kerusakan dan kerugian perusahaan jika terkena serangan cyber dan penyusupan data, memberikan metode pencegahan dan penanggulangan, serta simulasi skenario terburuk. Jasa dan solusi yang dapat diberikan diantaranya adalah Cyber Insurance, Cyber Risk Modelling, Cyber Risk Complication, dan Cyber Security Services. Sehingga, perusahaan Anda bisa lebih tenang dan fokus dalam menjalankan bisnis tanpa perlu khawatir dengan risiko cyber yang dihadapi.

Leave a reply "Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan yang Dihadapi Oleh Para Perusahaan"