Perkembangan Sosial Anak di Usia Batita

No comment 190 views

Perkembangan Sosial Anak

Mengikuti tahap perkembangan anak memang sangat menyenangkan, apalagi bagi seorang Ibu yang memang memfokuskan perhatiannya pada si buah hati. Hampir setiap waktunya, selalu ada saja yang akan membuat Ibu tersenyum. Mulai dari ocehannya hingga tingkah-lakunya saat bermain, selalu menjadi hal yang paling membahagiakan untuk diikuti. Tak terkecuali saat ia bersosialisasi dengan teman sepermainannya, akan banyak sekali hal-hal baru yang bisa Ibu saksikan sendiri.

Perlu Ibu ketahui bahwa perkembangan sosial anak pada dasarnya tidak selalu sama. Ada anak yang mudah bergaul dengan teman sepermainannya dan ada yang tidak. Hal ini sudah bisa Ibu ketahui saat anak mulai beranjak usia Batita (Bawah Tiga Tahun). Di usia 2 tahun, biasanya anak sudah tahu akan “kepunyaannya sendiri”. Jadi jangan heran jika saat bermain ia akan sering mengatakan “itu punyaku”. Ibu tidak perlu membentak atau bahkan memarahi anak Ibu karena ia tidak mau berbagi mainan dengan temannya. Menurut para ahli, ini merupakan proses alami seorang anak dalam hal bersosialisasi dengan lingkungannya. Bukan berarti, saat ia tidak mau berbagi dengan teman sepermainannya, ia kelak akan menjadi orang yang pelit. Dan itu jangan sampai membuat Ibu menjadi marah terhadapnya.

Nah, agar hal-hal yang seperti itu tidak membuat Ibu menjadi salah paham. Alangkah baiknya Ibu memahami tahap perkembangan sosial anak di usia batita berikut ini:

  1. Usia 1 Tahun

Pada usia ini, anak akan menunjukkan sikap sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Coba ingat, pernahkah di usia seperti ini, anak Ibu mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah benda kepada Ibu. Pastinya pernah dong, Ya! Nah, inilah cara sederhana yang dilakukan oleh si anak untuk berinteraksi dengan lingkungan. Namun, jangan berharap banyak saat Anda mencoba untuk meminta ia memberikan sesuatu kepada temannya, karena belum tentu dia akan memberikan itu.

  1. Usia 2 Tahun

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pada usia 2 tahun anak sudah tau akan “miliknya sendiri”. Biasanya anak akan sering berkata “ini punyaku” saat ia bermain dengan teman sebayanya. Ini karena ia sudah bisa membedakan yang mana milik dia, dan yang bukan milik temannya. Sehingga saat ada teman yang mencoba mengambil “miliknya”, maka ia akan berkata seperti itu. Hal lain yang bisa dilakukannya pada usia 2 tahun, ia akan lebih sering meminta sesuatu kepada Anda. Misalnya, mengajak bermain, mengajak jajan dan sebagainya.

  1. Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, anak akan memiliki rasa empati yang lebih tinggi. Rasa empatinya itu bisa Ibu rasakan sendiri, saat Ibu berkata keras kepadanya, atau saat Ibu sedang menangis. Ia akan spontan memeluk Ibu dan mencoba menenangkan sambil berkata “jangan marah” atau “jangan nangis”. Selain itu, di usia ini  anak juga sudah memiliki imajinasinya sendiri. Ia akan sering berbicara dengan mainannya, bermain telpon-telponan hingga hal-hal yang terkadang diluar nalar Ibu.

Leave a reply "Perkembangan Sosial Anak di Usia Batita"