Diare Pada Anak, Berbahayakah?

No comment 210 views

Diare Pada Anak

Diare pada anak bukan suatu hal yang boleh dianggap sepele oleh orang tua. Meskipun tidak berakibat fatal, namun diare yang terjadi secara terus-menerus baik pada orang dewasa ataupun anak-anak dapat memberikan efek yang kurang baik. Tubuh akan terasa lemas karena kehilangan cairan, serta nafsu makan yang berkurang. Maka dari itu, apabila anak Anda sudah mulai menunjukkan tanda-tanda diare, maka segeralah berikan penanganan lebih lanjut, agar diare tidak semakin parah.

Diare dapat terjadi akibat banyak hal, yakni bisa disebabkan oleh virus, bakteri dan juga parasit. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus, bakteri atau parasit tentunya juga berbeda-beda. Nah, agar Anda dapat membedakannya dengan jelas, berikut beberapa gejala yang nampak pada penderita diare yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit:

  1. Gejala Diare yang Disebabkan oleh Virus

Diare yang disebabkan oleh virus memiliki ciri antara lain, bentuk tinja encer seperti air. Biasanya saat buang air besar, tinja keluar bersama angin dan tampak seperti menyemprot keluar. Selain itu, diare yang disebabkan oleh virus juga akan memberikan rasa mual dan muntah pada anak, sambil disertai dengan demam yang tidak terlalu tinggi. Jika terus berlanjut, anak dapat kehilangan nafsu makanannya dan berpengaruh pada penurunan berat badan.

  1. Gejala Diare yang Disebabkan oleh Bakteri

Apabila penyebab diare adalah Bakteri. Biasanya bentuk tinja akan encer dan berlendir, namun tidak dikeluarkan bersama dengan angin (tidak menyemprot). Bentuk dan warna tinja juga bisa berbeda tergantung bakteri apa yang menyerang tubuh si anak. Misalnya, jika anak terserang bakteri E-colli biasanya tinja akan encer dan berwarna kecoklatan. Tapi beda halnya jika anak diserang bakteri Vibrio Cholera, tinjanya akan seperti air cucian beras. Namun dalam kondisi seperti ini, tubuh anak biasanya demam tinggi, dan sesekali akan datang rasa mual atau muntah.

  1. Gejala Diare yang Disebabkan oleh Parasit

Bila Diare terjadi akibat diserang oleh Parasit, tinja biasanya akan mengandung lendir dan bercak darah. Jika, hal ini terjadi pada anak Anda, segera beri penanganan medis. Untuk pemeriksaan yang lebih lanjut. Namun pada beberapa kasus, diare akibat parasit, tidak disertai dengan demam yang terlalu tinggi.

Penanganan diare dapat dilakukan sedari awal. Jika diare terjadi dalam kurun 1-2 hari, pemberian oralit, buah-buahan segar, dan air putih sangat pengaruh besar dalam penyembuhan. Akan tetapi apabila diare masih berlanjut setelah penanganan awal dilakukan. Maka sangat disarankan untuk membawa anak ke dokter ahli agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a reply "Diare Pada Anak, Berbahayakah?"