Tahapan Perkembangan Kognisi Anak Pada Usia Dini

2 comments 37 views

 

Kognisi atau kognitif merupakan salah satu hal terpenting yang harus diketahui oleh setiap orang tua dari anaknya. Kognisi, berkaitan erat dengan kecerdasan atau kemampuan inteligensi si anak dalam mengenal dan merasakan lingkungan yang ada disekitarnya.Kemampuan kognisi setiap anak tentu berbeda-beda, tergantung dari banyak hal. Perkembangan kognisi anak ini dapat diketahui oleh orang tua sejak anak berusia dini hingga ia beranjak ke usia 12 tahun bahkan lebih.

Sayangnya saat ini orang tua masih ‘acuh’ dengan perkembangan kognisi anaknya. Sebagian orang tua, masih berfokus pada gizi si anak. Bahkan ada anggapan diluar sana yang mengatakan jika gizi yang diberikan sudah ‘baik’, sudah pasti akan membentuk si kecil yang cerdas dan trampil. Padahal kemampuan kognisi anak ini bukan sekedar dari gizi yang diberikan lewat makanannya, melainkan peranan orang tua, yang memberikan pengajaran berupa pengenalan bentuk, rasa, warna hingga hal-hal lain yang dapat merangsang otaknya untuk berfikir dan menganalisis sesuatu yang diperkenalkan olehnya. Dengan kata lain, sistem pembelajaran langsung yang diberikan oleh orang tua dapat memicu perkembangan kognisi anak yang sesuai dengan tahap usianya.

Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, berikut tahapan perkembangan kognisi anak menurut usianya.

  1. Tahap Sensori Motor (0 – 18 bulan)

Usia 0 – 12 bulan merupakan usia ‘emas’ bagi si kecil untuk diperkenalkan dengan lingkungan fisik. Pada usia ini anak dapat dilatih lewat gerakan, meraba, memukul hingga menggigit obyek-obyek fisik seperti makanan atau mainan. Menurut pada ahli, cara inilah yang paling mudah dan tepat dilakukan untuk melatih kognisi anak. Lewat cara ini pula, anak dapat memahami obyek disekitarnya baik secara sensori/motori dengan lebih cepat. Misalnya ketika bibir bayi disentuh oleh jari, maka secara refleks, mulutnya akan menghisap jari Anda.

Di usia 12 bulan keatas, kemampuan anak seharusnya lebih meningkat lagi. Di usia ini, anak mulai mengusai sensorimotornya dengan lebih baik lagi. Hal ini ditunjukkan dari semakin aktifnya si anak untuk meraih/mendapatkan benda yang diinginkannya. Selain itu ia juga sudah mampu menggunakan 2 benda dengan tujuan yang berbeda, seperti dalam permainan menyusun puzzle.

  1. Tahap Pra Operasional (18 bulan – 7 tahun)

Pada tahap ini anak akan mulai cenderung melakukan aktifitas fisik dan berfikir berdasarkan persepsinya sendiri. Walaupun terkadang apa yang difikirkan oleh si anak belum tepat, namun ini telah menunjukkan jika perkembangan kognisi anak sudah baik. Di usia 3 tahun keatas nanti, seharusnya anak sudah mulai mengenali minimal 6 macam warna, mengenali bentuk-bentuk benda (bulat, kotak dan sebagainya), mengenai perbedaan aroma (bau), mengekspresikan perasaan dan ide, sering bertanya dan mulai belajar berpura-pura.

  1. Tahap Operasional Kongkret (8 – 12 tahun)

Pada usia ini, anak akan lebih belajar hal-hal yang nyata, atau yang bisa lihat, dipegang dan dirabanya saja. Sedangkan untuk hal-hal yang tidak nyata, mungkin akan cukup sulit untuk dia pahami. Misalnya untuk belajar Matematika, kebanyakan anak akan mengalami masalah, karena Matematika bukan sesuatu yang nyata untuk dipelajari. Walau terkadang ada pula sebagian anak yang tidak mengalami kesulitan yang sama.

  1. Tahap Operasional Formal (12 tahun keatas)

Perkembangan kognisi anak pada usia 12 tahun ke atas seharusnya sudah lebih kompleks lagi. Pada tahap ini anak mampu memecahkan masalah dengan menggunakan nalarnya atau dalil-dalil yang ia ketahui. Bahkan, ia sudah mampu menggabungkan beberapa informasi dari sumber yang berbeda untuk memecahkan suatu masalah.

  1. author

    Tuxlin1 week ago

    Mantap ulasannya… Buat bekal pengetahuan kalau nanti punya anak hehehehe… Sementara nyari emaknya dulu hahahaa

    Reply
    • author
      Author

      Yulia Sari5 days ago

      terima kasih, semoga cepat dengan ketemu emaknya ya 🙂

      Reply

Leave a reply "Tahapan Perkembangan Kognisi Anak Pada Usia Dini"