Mitos Seputar Bedak Bayi yang Perlu Anda Ketahui

No comment 731 views

Mitos Seputar Bedak Bayi

Hampir setiap Ibu memberikan bedak bayi pada si kecil, terlebih jika bayi baru saja dimandikan. Untuk memberikan aroma yang segar dan menenangkan, Ibu pasti selalu menaburi bagian-bagian tubuh bayi dengan bedak. Namun mitos beredar di lapangan yang menyebutkan jika bedak bayi itu tidak boleh sembarangan digunakan karena dapat meresap ke paru-paru bayi sehingga menimbulkan permasalahan kesehatan yang berujung fatal. Inilah yang selama ini beredar di masyarakat, sehingga timbul ke khawatiran dari Ibu-Ibu untuk memberian bedak pada bayi tercintanya.

Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa mitos tersebut tidak terbukti adanya. Bahkan Dr. Spesialis anak juga menyebutkan jika belum ada fakta (kejadian) yang menunjukkan bahwa bedak bayi tabur dapat diserap oleh paru-paru melalui kulit. Tapi jika Anda dengan tidak sengaja menaburkan bedak hingga terhirup oleh bayi, besar kemungkinan hal tersebut bisa saja terjadi karena partikel bedak masuk ke paru-paru bayi lewat hidung, dan itu karena kelalaian bukan karena bedak tersebut.

Meskipun tidak ada informasi valid mengenai bahaya bedak bayi ini. Namun orang tua diminta untuk tetap berhati-hati dengan penggunaannya. Selain itu Ibu juga harus teliti betul untuk memilih bedak bayi yang tidak mengandung bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan si kecil. Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui dalam memilih dan menggunakan bedak untuk bayi, diantaranya adalah:

  1. Pilihlah bedak yang bebas dari Talc. Penggunaan talc pada produk bedak terlebih pada bayi sudah dilarang. Talc merupakan zat berbahaya yang biasa digunakan pada bahan campuran asbes. Meskipun sudah dilakukan penyaringan, namun partikel talc tidak akan hilang secara keseluruhan, masih ada bagian yang sulit dipisahkan. Maka dari itu penggunaannya dilarang para produk bayi. Agar ibu tidak kecolongan, teliti kembali produk bedak yang akan Ibu beli. Pastikan terdapat tulisan free-talc pada bedak bayi terebut. Biasanya ada pada bagian belakang kemasan produk.
  2. Jangan tabur bedak secara langsung pada kulit. Penggunaan bedak yang secara langsung pada kulit sangat tidak dianjurkan pada bayi. Hal ini dapat menyebabkan partikel bedak terhidup oleh hidung, sehingga bayi akan terbatuk-batuk dan bisa berbahaya pada organ paru-parunya. Cara yang benarnya adalah taburkan bedak pada tangan Ibu dengan posisi tangan membelangkai wajah bayi, lalu usap pelan dan oleskan secara menyeluruh pada bagian tubuh bayi. Dengan cara ini, akan meminimalisir partikel bedak yang beterbangan ke arah bayi.
  3. Stop menaburkan bedak pada bagian kemaluan. Banyak orang tua yang belum paham bahwa menaburkan bedak pada area kemaluan adalah sebuah kesalahan. Ini benar saja terjadi, karena partikel bedak bayi dapat membuat area kemaluan menjadi iritasi yang akan membuat bayi Anda menjadi tidak nyaman. Sebagai penggantinya, Ibu bisa mengoleskan bedak lotion pada bayi atau cukup dengan memberikan baby oil saja.
  4. Hindari meletakkan bedak dekat dengan bayi. Pada usia memasuki 6 bulan, biasanya bayi akan menunjukkan keaktifannya dengan mengambil barang-barang yang berada disekitarnya. Untuk itu hindari meletakkan bedak di sekitar bayi, karena bisa saja dengan tanpa sengaja, tutup bedak terbuka dan akan tumpah di muka si kecil.
  5. Selalu pantau aktifitas si kecil dari hal-hal yang dapat membahayakannya. Jangan terlena dengan pekerjaan rumah Ibu, pastikan ada yang selalu mengawasi si kecil, karena setiap detik yang terlewatkan akan dapat menjadi hal yang membahayakan.

Leave a reply "Mitos Seputar Bedak Bayi yang Perlu Anda Ketahui"