Mengatur Keuangan Menjelang Lebaran

No comment 2392 views
Tak dapat dipungkiri kalau bulan ramadhan pasti banyak pengeluaran melebihi bulan – bulan yang lain, seperti tradisi persiapan menuju hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Seperti membuat kue lebaran, membeli baju,sepatu atau apalah itu yang baru-baru (kalau BundaAsraf sih dari dulu gak ada tradisi baju baru) dan salam tempel. Tak jarang para emak – emak yang menggadaikan perhiasannya demi memuaskan hasrat untuk berbelanja menuju lebaran atau bahkan meminjam ke Bank atau mungkin menggunakan kartu kreditnya. Alhasil siap lebaran, banyaklah tagihan-tagihan yang menumpuk untuk minta dibayarkan. Nah, loh kalau sudah seperti ini siapa yang bingung ??
BundaAsraf akan memberikan tips agar para emak-emak tidak terjerat hutang kelilling pinggang (alahmak bahasa ku ituh). Pasca Lebaran :
  1. Jika emak merupakan anak pertama dari keluarga, bisa dipastikan kalau tamu emak akan banyak berdatangan. Sehingga diperlukan pelengkap hari raya diruang tamu yaitu kue lebaran. Masaklah sendiri kue lebaran mak, dan jangan terlalu banyak macamnya. Buatlah sekitar 4 jenis saja tetapi masing – masing sebanyak 2 – 4 Kg. sehingga pengeluaran emak tidak terlalu banyak. Dan emak tetap dapat menyediakan cemilan buat tamu mak.
  2. Yang namanya emak-emak ini, paling kalap kalau udah berbelanja pernak-pernik dapur. Termasuklah salah satunya Toples. Emak tidak perlu membeli toples jika toples dirumah emak masih bagus. Tapi, jika emak sudah bosan dengan bentuk toplesnya emak dapat mengkreasikannya sendiri dengan membuat penutup toples menggunakan kain perca yang masih bagus atau apalah tergantung imajinasi emak. Jangan takut untuk berkreasi, emak dapat mengerjakannya disiang hari atau disela waktu menunggu berbuka puasa. jadi, dapat menghemat pengeluaran emak dan tampilan ruang tamu emak pun terlihat baru. Atau mungkin dari kreasi emak tersebut bisa juga dijadikan pendapatan lain mak, kan lumayan buat tambahan uang THR.

  3. Hindari terlalu sering membeli ta’jil diluar. buatlah sendiri sebisa emak, agar lebih menghemat. sesekali buka diluar boleh lah mengisi sabtu minggu bersama keluarga. tapi, ingat untuk hari senin dan jum’at masaklah sendiri. Jangan lapar mata dan kalap dikala membeli bukaan untuk puasa.
  4. Jangan terkecoh dengan discount mak, dan harus pintar-pintar melihat harga discount. Biasanya menuju hari-hari besar seperti ini sangat banyak bahkan hampir semua Departemen Store yang menawarkan discount fantastis, bahkan saya pernah liat discountnya itu 50+50% setdah, namun para emak jangan kalap belanja barang discount tanpa mengecek harga. Padahal dihari biasa tanpa discount pun harganya sama dengan yang didiscount.

  5. Idul Fitri merupakan hari nan suci dan hari kemenangan. Dinamakan hari kemenangan karena kita yang berpuasa sudah menang menahan lapar, dahaga, hawa nafsu dan menambah keimanan karena ibadah yang dilakukan di bulan puasa yang ditandai dengan istiqomahnya dalam bersikap pasca bulan ramadhan. Baju baru bukanlah hal yang wajib, malah itu bisa menjadi ajang kesombongan. Boleh lah baju baru, tapi jangan sampai memaksakan diri harus menggunakan semua yang baru. Bukan berarti harus menggunakan sepatu, baju, tas, jilbab, kacamata, semua baru karena semua itu dapat merusak niat kita dalam merayakan hari nan suci yang penuh dengan kemenangan.
  6. Salam tempel saat berlebaran juga menjadi tradisi yang paling disenangi termasuk saya. Tapi, tetap jaga niat yagh mak, jangan dijadikan ajang sombong – sombongan sampai memaksakan memberikan salam tempel yang banyak ternyata hasil dari gadai barang sana – sini. Kasihkan ajah secukupnya dengan anak-anak guna menghargai mereka karena mereka sudah berpuasa sebulan penuh. Kasih sesuai dengan usianya, jadi gak banyak juga pengeluaran emak kan ??

Semoga membantu pengaturan keuangan para emak-emak pasca merayakan Idul Fitri. Saya kasih contoh perhitungannya yagh mak.
  1. Suami – istri bekerja
Gaji dan uang THR suami disimpan untuk persiapan pasca lebaran. Jadi, yang terpakai untuk kebutuhan bulan ramadhan dan menjelang hari raya cukup gunakan gaji dan thr emak ajah. Sehingga pasca lebaran, emak tidak kebingungan karena jebolnya keuangan rumah tangga
  1. Suami yang bekerja
Gunakan full uang THR dan 50% dari gaji suami untuk kebutuhan sampai dengan Idul Fitri. Sisanya disimpan.
  1. Bagi anda yang masih single, saya rasa cukuplah THR saja yang digunakan sampai dengan Idul Fitri.
Emak – emak yang cerdas adalah anda yang dapat sukses dalam pengaturan keuangan berumah tangga sehingga tidak ada istilah kekurangan walaupun sedikit. 
“Bukan karena rezeki yang diberikan maka anda bersyukur. Tapi, bersyukurlah maka rezeki anda akan semakin dilimpahkan.”
Aminn..

Salam #KEBMedan

Leave a reply "Mengatur Keuangan Menjelang Lebaran"