Hubungan Menstruasi dengan Sakit Kepala

1 comment 2672 views

Nyeri yang dialami oleh wanita saat menstruasi adalah hal yang sering dialami. Nyeri perut, nyeri tulang bahkan tidak terkecuali dengan nyeri di kepala. Hubungan Menstruasi dengan Sakit Kepala ibarat dua mata koin yang berbeda didalam satu koin yang sama, tidak dapat terpisahkan kecuali anda sudah tidak mengalami menstruasi lagi (menopause). Migrain atau sakit kepala sebelah yang dialami wanita saat menstruasi disebut dengan Migrain Menstrual. Bagi anda yang mungkin masih bingung membedakan antara migrain biasa dengan migrain menstrual, ada beberapa tolak ukur jika anda mengalami migrain menstrual, yaitu:
  • Nyeri kepala terjadi saat dua hari menjelang waktu menstruasi sampai dengan tiga hari saat menstruasi
  • Nyeri kepala sebelah yang sangat hebat dan lebih sakit dari biasaya ( tidak saat menstruasi )
  • Paparan sinar cahaya dan kebisingan akan menjadi faktor penganggu saat nyeri kepala sebelah.
Jika yang anda rasakan adalah salah satu dari yang diatas, maka menurut Penelitian Tepper, dkk (2008) pada 250 perempuan 94% dapat dipastikan kalau anda mengalami migrain menstrual. Migrain Menstrual ini terjadi karena saat menstruasi hormon estrogen menurun, karena sebab inilah wanita hamil sangat jarang bahkan dapat dikatakan tidak pernah mengalami migrain atau nyeri kepala karena meningkatnya hormon estrogen dan progesteron. Migrain menstrual ini tidak dapat terelakkan bagi kaum hawa, kecuali anda telah lanjut usia. Tapi setidaknya anda dapat mengetahui hal apa saja yang dapat mengurangi rasa sakit dan mengantisipasi kalau saja nyeri kepala menyerang anda :
  1. Karena saat menstruasi menyebabkan menurunnya hormon estrogen maka anda dapat mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan hormon estrogen seperti makan seafood.
  2. Saat menstruasi, tubuh kekurangan cairan oleh karenanya perbanyak minum air putih. Karena dehidrasi dapat memicu migrain
  3. Tidur yang cukup
  4. Hindari makanan yang dapat memancing terjadinya migrain seperti makanan yang terlalu manis dan asin, keju, MSG, Alkohol, Softdrink dan makanan instan.
  5. Makanan yang terlalu manis dapat memicu hormon insulin untuk bekerja secara cepat yang berdampak pada turunnya gula darah. Sedangkan Gula darah rendah dapat memicu rasa nyeri pada kepala (migrain).
  6. Jika migrain tidak dapat terhindari lagi, maka anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol, ibuprofen ataupun asam mefenamat. Tapi, jika obat pereda nyeri tidak juga dapat mengurangi sakit yang anda rasakan anda dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga anda.
Salam KEBMedan